Berita Kecamatan

Berkembang Maju dan Pesat, Wilayah Kecamatan Kedokanbunder Butuh Penataan Ruang dan Lingkungan

Berkembang Maju dan Pesat, Wilayah Kecamatan Kedokanbunder Butuh Penataan Ruang dan Lingkungan

KECAMATAN KEDOKANBUNDER – Wilayah Kecamatan Kedokanbunder terus mengalami perkembangan pesat. Sebagai daerah yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Cirebon dibutuhkan penataan ruang dan lingkungan yang berorientasi pada pembangunan berkelanjutan.

Kecamatan Kedokanbunder merupakan daerah hasil pemekaran Kecamatan Karangampel pada tahun 2003 silam, Kecamatan Kedokanbunder kini telah bertranformasi menjadi daerah industri, pertanian, perdagangan dan jasa yang terus mengalami perkembangan yang signifikan.

Berdasarkan data buku Indramayu Dalam Angka (IDA) yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Indramayu tahun 2021, luas wilayah Kecamatan Kedokanbunder hanya 31,7 Km², luas tersebut merupakan daerah dengan luas paling sedikit setelah Kecamatan Karangampel 30,8 Km².

Dengan luas hanya 31,7 Km², Kecamatan Kedokanbunder memiliki kepadatan penduduk mencapai 1546,37 per Km². Kepadatan tersebut terbesar ke-7 dibawah Kecamatan Indramayu, Karangampel, Jatibarang, Juntinyuat, Sindang, dan Kertasemaya.

Secara kasat mata, perkembangan di wilayah Kecamatan Kedokanbunder bisa terlihat dari aktivitas masyarakat yang semakin ramai, berdirinya berbagai bangunan untuk jenis usaha di berbagai desa, hadirnya kantor-kantor perbankan, bermunculannya mini market, banyaknya pelaku UMKM, hadirnya lembaga pendidikan pemerintah dan swasta, pertanian yang terus menghasilkan, jasa rumah kontrakan, munculnya kawasan perumahan baru, ramainya bisnis kuliner, dan perkembangan lainnya.

Berkembangnya wilayah Kecamatan Kedokanbunder harus dilakukan antisipasi dan penyesuaian terhadap kondisi yang ada saat ini. Kebijakan dan rencana strategis penataan ruang dan lingkungan harus segera dilakukan sebagai antisipasi terhadap perubahan lingkungan dan sosial masyarakatnya.

Beberapa hal yang harus dilakukan penataan yakni sistem irigasi dan pengurasan saluran di kanan dan kiri jalan baik jalan provinsi maupun kabupaten, pembukaan jalan baru di sisi sungai Kali Kapur, gapura perbatasan dengan Kabupaten Cirebon, perbaikan dan peningkatan jalan kabupaten, sarana olahraga/sport center, hingga pemasangan trotoar.

Berbagai kebutuhan penataan fisik tersebut harus pula disesuaikan dengan tata ruang dan lingkungan.

Camat Kedokanbunder, Atang Suwandi menjelaskan, pada beberapa tahun terakhir ini wilayah Kecamatan Kedokanbunder telah mengalami peningkatan yang tidak kalah dengan daerah lainnya. Namun demikian beberapa persoalan muncul seiring dengan perkembangan wilayah Kedokanbunder.

Permasalahan infrastruktur dan sosial tersebut harus mendapatakan solusi dengan keterlibatan semua pihak mulai dari pemerintah, akademisi, pelaku usaha, masyarakat, dan komunitas harus saling bergandengan tangan dan menyamakan persepsi.

“Dengan konsep pentahelix yang melibatkan lima unsur diharapkan perkembangan wilayah Kecamatan Kedokanbunder semakin pesat bila dibandingkan dengan daerah lainnya. Termasuk solusi untuk masalah sosial yang dihadapi saat ini,” tegas Camat Atang.

Kebutuhan Pembangunan
Sebagai bentuk rencana penataan perkembangan wilayah Kecamatan Kedokanbunder berbagai usulan dan masukan dari masyarakat telah masuk ke masing-masing pemerintah desa dan kecamatan.

Di Desa Kedokanbunder sebagai pusat keramaian diharapkan segera dilakukan normalisasi saluran dan pemasangan trotoar untuk pedestarian dan keindahan, selain itu diharapkan pula terbangun sarana olahraga/sport center, hingga penataan PKL.

Di Desa Kedokanagung saat ini dibutuhkan adanya pembukaan akses jalan baru yakni dengan memanfaatkan tanggul Kali Kapur sebagai jalan tembus ke Desa Jayawinangun. Pasalnya, jalan utama tengah sudah sangat padat apalagi jika ada kegiatan sosial masyarakat di ruas jalan tersebut.

Di Desa Kedokanbunder Wetan saat ini butuh suatu penanda yang merupakan gapura perbatasan antara Kabupaten Cirebon dan Indramayu. Selain itu perlu adanya pembangunan kembali Jembatan Kali Kapur karena kondisinya saat ini sejajar dengan jalan sehingga posisinya kurang tinggi. Jembatan tersebut sering menjadi penghambat laju air dan sering terjadi penumpukan sampah.

Sementara itu di Desa Kaplongan dibutuhkan juga peningkatan jalan kabupaten dan pembangunan senderan yang ada di sebelah jalan karena bersebelahan langsung dengan sungai.

Desa lainnya yaitu Jayawinangun, dibutuhkan dukungan untuk pengembangan sentra Semanggen (semanggi) yang tersebar luas di desa tersebut. Dibutuhkan riset untuk pengembangan produk semanggen untuk menjadi aneka produk olahan.

Sementara dari Desa Cangkingan, dibutuhkan kelanjutan program sebagai desa digital yakni membutuhkan adanya gedung creative center sebagai tempat edukasi digital dan juga pendukung desa wisata digital.

Sedangkan di Desa Jayalaksana dibutuhkan berbagai pembangunan fisik lainnya karena merupakan pintu masuk Kecamatan Kedokanbunder dari arah selatan.

“Dengan penataan ruang, lingkungan, dan pembangunan yang berkelanjutan insya allah akan terwujud Kedokanbunder Hebat Indramayu Bermartabat,” kata Camat Atang.

Selain berbagai rencana dan usulan pembangunan tersebut, para kuwu se-Kecamatan Kedokanbunder juga telah menyampaikan banyak hal kepada Bupati Indramayu Hj. Nina Agustina, S.H., M.H., C.R.A di Pendopo Kabupaten Indramayu, Selasa (14/6/2022).
(Aa Deni/Kec. Kedokanbubder)